Kamis, 11 Juni 2015

Bonus Demograf dan Ketenagakerjaan

Demografi, secara etimology (kebahasaan) berasal bahasa Latin, kata ‘demograhie’ terdiri dari dua kata yaitu “demos” dan “graphien”, demos artinya penduduk dan graphien berarti  catatan, bahasan tentang sesuatu. Secara etimology  makna demografi adalah catatan atau bahasan mengenai penduduk suatu daerah pada waktu tertentu.
Pengertian demografi menurut Wikipedia yaitu
; demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu. Sedangkan, para pakar berpendapat demografi adalah :

1.      (Bogue, 1976)          : Kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangku perubahan-perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui lima komponen demografi yakni fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.
2.      Barcley (1981)         : Lebih menekankan pada kajian tentang perilaku penduduk secara keseluruhan bukan pada perorangan dengan fokus kajian pada statistika dan matematika (pure demography).
3.      Hauser dan Ducan : Lebih menitik beratkan pada dampak yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan penduduk ( ekses persebaran dan komposisi ).

Nah, apa hubungannya Indonesia dengan demografi?
Untuk kita ketahui bersama Indonesia diprediksi akan mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus tersebut adalahBonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

Menurut data yang didapat dari Bank Dunia (The World Bank), mengenai jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1960 jumlah penduduk di Indonesia mencapai angka 88,6927 juta, dan pada tahun 2012 jumlah penduduk di Indonesia mencapai 246,8642 juta penduduk. Terdapat sebanyak 36 % kenaikan yang terjadi, dan sebagian besar peningkatan jumlah penduduk terdapat di pulau jawa.

Grafik peningkatan jumlah penduduk di Indonesia
Dari grafik diatas, terdapat peningkatan penduduk yang lumayan pesat jumlahnya. Hal tersebut menyebabkan berbagai masalah, diantaranya SDA, pekerjaan, dan pendidikan serta kesehatan yang buruk. Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak kepada sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.
Masalah diatas sudah seperti rantai makanan yang juga menimbulkan masalah lainnya, yaitu ketenagakerjaan. Negara dengan jumlah penduduk yang besar pastinya memerlukan lapangan pekerjaan yang banyak jumlahnya. Sementara kebutuhan pokok menuntut orang untuk bekerja dan mencari nafkah penyedia lapangan kerja justru sangat minim. Hal ini menyebabkan masalah baru yaitu pengangguran dan kemiskinan. 

Apabila pemerintah mampu mempersiapkan masyarakatnya untuk menghadapi bonus demografi maka tidak menutup kemungkinan itu akan menimbulkan banyak dampak positif bagi Negara kita. Seperti yang telah kita ketahui bersama pemerintah telah menjalankan berbagai program untuk menekan ancaman datangnya bonus demografi di Indonesia, seperti program GenRe (Generasi Berencana) dimana remaja akan dibimbing menjadi remaja yang memiliki perilaku dan sikap positif, pengetahuan dan perencanaan yang matang dalam menapaki masa depan. Generasi yang berGenRe akan mampu melangsungkan jenjang-jenjang pendidikan secara terencana, berkarir, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Contoh lainnya seperti program KB (keluarga berencana), penggunaan alat kontrasepsi, penundaan usia perkawinan, transmigrasi, dan sebagainya. Sehingga pertumbuhan penduduk diharapkan menurun.

           Dalam hal ini pemerintah harus bisa berperan sebagai agent of development yang memperbaiki mutu modal manusia dan memanfaatkan SDM yang berlimpah, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemampuan komunikasi, serta penguasaan teknologi. Solusi lainnya bisa dengan memberikan keterampilan kepada tenaga kerja produktif sehingga pekerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri. Selain itu pemerintah juga harus mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset negara agar tidak banyak dikuasai pihak asing yang pastinya akan merugikan dari sisi peluang kerja
Bukan hanya pemerintah saja, kita sebagai masyarakat juga harus menjadi pendukung utama pembangunan mutu manusia tersebut sehingga Indonesia dimasa yang akan datang tidak seperti yang dikatakan dunia, bukan meningkatnya bonus demografi tapi terjaminya kesejahteraan masyarakatnya. Dengan begitu Indonesia yang selama ini dikenal sebagai Negara berkembang akan bias membangun diri sedikit demi sedikit untuk menjadi yang mampu bersaing bahkan menjadi negara maju.

 Nah itu tadi pembahasan mengenai Bonus Demografi dan Ketenagakerjaan Indonesia, saya harap ini bisa berguna sebagai pemacu pikiran dan motivasi bagi kita semua. Terima Kasih 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar